#ObrolanSantai w/ Tomy Herseta

Di tengah kesibukannya sebagai seorang designer dan melanjutkan studinya, Tomy Herseta juga produktif untuk menghasilkan karyanya sebagai seorang musisi. Karya terbarunya saat ini adalah Phase III, sebuah track kolaborasi apik Tomy bersama pianis Gardika Gigih yang tercipta dari improvisasi.

Di #ObrolanSantai hari ini, mari mengenal lebih jauh tentang Tomy dan intip bocoran kecil dari project yang akan dikerjakan oleh Tomy bersama salah satu musisi yang menginspirasinya. Sila disimak!

by Annisa Maharani

Karena saya hanya mencoba membuat sesuatu yang jujur.” – Tomy Herseta

Processed with VSCO with hb1 preset

CAD: Hi, Tomy. Apa kabar? Sedang sibuk apa sekarang?
Tomy: Halo. Baik. Sedang sibuk mengurus pindahan dan mempersiapkan studi saya.

CAD: Tomy Herseta banyak dikenal orang memainkan noise dengan nama panggung Kvmsy dan A Stereo Myth (dan sekarang sepertinya menggunakan nama asli, ya?), juga sering bermain bersama Gaung dan Konstipasi. Sejak kapan sih kamu mulai tertarik dengan musik?
Tomy: Sejak waktu yg bahkan saya sendiri tidak bisa ingat kali ya hehe.

CAD: What kind of noise are you? Apa yang bikin kamu tertarik bermain noise sampai sekarang?
Tomy: Kalau boleh jujur, saya tidak begitu nyaman ketika musik saya diasosiasikan dengan noise. Karena saya hanya mencoba membuat sesuatu yang jujur, entah itu berbentuk musik atau non-musik. Tapi ya semua saya kembalikan lagi kepada teman-teman dalam menginterpretasi apa yang saya buat.

CAD: Dalam bermain noise, instrumen apa aja sih yang biasa kamu gunakan? Ada gear yang jadi incaran kamu saat ini?
Tomy: Saya terbiasa pakai laptop, karena jujur saja saya belum mampu untuk membeli alat-alat yang bisa memproduksi suara yang saya inginkan. Selain itu, saya juga mencoba memanfaatkan teknologi dan segala kemudahan yang ada di era informasi ini. Namun, saya juga menggunakan alat-alat selain laptop seperti beberapa sound generator (Patchblocks, KRP Theremin, dan KORG MS-20 Mini), juga beberapa efek seperti KaossPad, AirFX, dan sebagainya.

CAD: Siapa noise artist favorit kamu saat ini?
Tomy: Mungkin bukan noise artist ya, tapi saya banyak terinspirasi oleh pemikiran dan karya dari Carsten Nicolai/Alva Noto dan Max Richter.

CAD: Ada pengalaman menarik gak yang sampai sekarang masih kamu ingat pada saat kamu bermain noise?
Tomy: Sejak dulu saya selalu ingin dilihat oleh orang tua saya ketika sedang tampil, dan saya bersyukur hal tersebut dapat terwujud ketika saya bermain di ARTJOG 2018 bersama Mas Gardika Gigih.

CAD: Bicara tentang karya terbarumu. Kamu dan Gardika Gigih baru saja merilis single kolaborasi yang berjudul Phase III. Selamat ya! Bisa ceritakan bagaimana awal mula kalian bertemu dan akhirnya memutuskan untuk berkolaborasi?
Tomy: Semua berawal dari ide Eky Alkautsar (produser dari Sorge Records) pada awal tahun 2017, dan pada bulan September 2018 akhirnya berhasil mempertemukan kami berdua dan membuat kolaborasi ini akhirnya terwujud. Terima kasih pada Eky dan teman-teman dari Sorge Records.

CAD: Phase III ini kan direkam secara live dan murni berimprovisasi. Apa perasaanmu ketika melakukan live session bersama Gardika Gigih pada waktu itu? Terlebih, kalian mempunyai latar belakang musik yang berbeda.
Tomy: Tidak ada perasaan apa-apa. Bisa dibilang hanya saling percaya satu sama lain, dan yang terpenting adalah jujur.

CAD: Bisa dibilang jarang sekali ada proyek kolaborasi musik seperti ini; Gardika Gigih yang lihai memainkan piano dan kamu yang fokus bermain dengan alat musik elektronik. Apakah ada proyek jangka panjang untuk kolaborasi ini, album penuh barangkali?
Tomy: Ya, sebetulnya hasil rekaman live session kami berdurasi total kurang lebih 30 menit, dan single Phase III kemarin merupakan salah satu bagian dari itu. Masih ada Phase I, II, IV, dst mungkin.

CAD: Jika disuruh menggambarkan proyek kolaborasi ini dengan satu kata, menurut kamu apa?
Tomy: Jujur.

CAD: Kalau berjodoh, kamu pengen banget kolaborasi dengan siapa lagi?
Tomy: Saya banyak terinspirasi oleh Wednes Mandra (Rabu, Kultivasi, Bangkai Angsa, dan sekian banyak proyek lainnya) dan sangat ingin berkolaborasi dengannya. Sedikit bocoran, Bagus dari Hema Records awal tahun lalu berhasil menginisiasi hal itu dan sekarang kami dalam proses mewujudkan kolaborasi tersebut.

If only sorrow could build a staircase, or tears would show the way..” Bring Me The HorizonSuicide Season.

CAD: Selain musik, kamu juga menekuni dunia design. Sejak kapan mulai tertarik dengan design?
Tomy: Sejak kecil saya sudah tertarik dengan visual. Mungkin untuk desain, baru mulai belajar saat SMP, kemudian akhirnya dapat lebih mendalami lagi ketika masuk kuliah di institusi seni dan desain.

CAD: Ada salah satu karya design kamu yang menarik. Constellation. Kalau boleh tau, kenapa constellation? Ada cerita di baliknya?
Tomy: Sebenarnya karena saya suka dengan hal-hal mengenai luar angkasa (dalam hal ini visual), maka saya namakan saja karya tersebut Constellation. Menurut saya hanya itu hal yang melatarbelakanginya, selebihnya mungkin terlalu banyak untuk diceritakan di sini. Hehe.

CAD: Di luar musik, kamu punya hobby apa lagi nih?
Tomy: Apa ya, mencoba mengulik hal-hal baru. Misal membuat instalasi tertentu, software tertentu dan lain-lain.

CAD: Tiga kata yang menggambarkan Tomy Herseta?
Tomy: Biasa, saja, hehe.

CAD: Apakah ada hal yang sampai saat ini pengen banget kamu wujudkan?
Tomy: Ingin merasakan menjadi pegawai kantoran di kota besar, sayang sekali sampai saat ini belum kesampaian.

CAD: Saat ini kamu kan lagi di luar negeri buat ngelanjutin studi. Apa yang bakal bikin kamu kangen dengan Indonesia?
Tomy: Makanan, teman-teman, keluarga dan pacar saya, hehe.

CAD: Apa yang membuat kamu bersyukur sampai saat ini?
Tomy: Apapun itu yang membuat saya masih bisa berada di situasi dan kondisi seperti saat ini.

CAD: Kasih 5 album rekomendasi kamu dong untuk didengar!
Tomy: Alva Noto + Ryuichi SakamotoVrioon, Ryuichi SakamotoAsync Remodels, Max RichterSleep, Jon HopkinsImmunity, Nicolas JaarAgainst All Logic.

CAD: Punya penggalan lirik yang jadi favorit?
Tomy: “If only sorrow could build a staircase, or tears would show the way..” Bring Me The HorizonSuicide Season.

CAD: Soundtrack untuk sore hari ini?
Tomy: Trent Reznor & Atticus RossA Minute To Breathe.

CAD: Terima kasih Tomy untuk waktunya. Sukses untuk segalanya!
Tomy: Sama-sama. Terima kasih juga!

Let’s know more about Tomy and his latest projects!
Instagram: @tomyherseta@konstipasi@gaung__
Twitter: @tomyhrst
YouTube: Tomy Herseta
Soundcloud: Kvmsy
Bandcamp: A Stereo MythGaung
Behance: Tomy Herseta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s