#ObrolanSantai w/ Rayssa Dynta

Rayssa Dynta atau lebih sering disapa dengan nama Rayssa, adalah seorang penyanyi dan song writer yang belom lama ini meluncurkan Extended Play (EP) berjudul Prolog. Kali ini, Chat at Dusk mendapatkan kesempatan melakukan interview melalui chat seperti biasa. Berikut hasil obrolan santai seputar Rayssa dan EP Prolog nya.

by Bahana R. Pradipta

“I’m hoping for a constructive relationship with my audience.” -Rayssa Dynta.

rayssa

CAD: Hallo, perkenalan diri dulu kali ya biar lebih enak. Namanya siapa dan kegiatannya apa?
Rayssa: Hi nama gue Rayssa Dynta, currently a full time musician dan domisili di Jakarta.
CAD: Sudah sejak kapan sih mulai menggemari musik sampai akhirnya memutuskan untuk menjadi musisi?
Rayssa: Kalau jadi penggemar sih udah lama bahkan dari kecil walaupun pilihan musiknya masih terpengaruh sama orang-orang rumah. Kalau untuk jadi musisi secara profesionalnya sih baru saat ketemu sama orang-orang Double Deer Music (DD) sih.
CAD: Boleh diceritain ga gimana prosesnya lo bisa ketemu orang-orang DD sampai akhirnya memutuskan buat serius bikin solo project?
Rayssa: Ketemu orang-orang DD bener-bener accidental, awalnya bantuin Artificial bikin lagu buat EP-nya, lalu bantu Arrio untuk bikin debut albumnya, setelah itu baru mulai kepikiran untuk bikin juga atas nama sendiri. Tapi sebelum ketemu emang udah mulai song writing sih, cuma basic guitar dan vocal aja.
CAD: Sejak kapan sih mulai nulis lagu?
Rayssa: Dari kecil sih asal-asalan gitu udah hahaha. Tapi yang mulai bener-bener bikin tuh kira-kira 2014.

CAD: Kalau untuk alat musik yang lo kuasai apa aja sih?
Rayssa: Yang bisa sih piano, gitar tapi ga sejago itu juga hahaha.
CAD: Bakat dalam bermusik sendiri itu sudah menurun dari orangtua atau gimana?
Rayssa: Nyokap dan nenek main piano sih. Selebihnya karena penasaran aja.
CAD: Oh berarti emang ada bakat turunan ya. Tapi cita-cita lo tuh emang pengen jadi musisi atau ada cita-cita lain?
Rayssa: Mmm sebelumnya belum kebayang sih mau jadi apa, jadi lakuin yang gue suka aja dulu gitu.

CAD: Kalau kolaborasi sama Emir Hermono itu gimana ceritanya?
Rayssa: Itu simple sih, mulai dari comment di Instagram. Bener-bener through the internet aja, belum pernah ketemu juga.

CAD: Okay, mulai ngomongin soal materi di EP Prolog nih. Ceritain dong tentang EP ini!
Rayssa: Ceritain gimana nih? Hahaha.
CAD: Mungkin temanya, trus genre nya lebih ke mana.
Rayssa: Temanya secara lyrics sih sebenarnya basic human experiences aja sih. Kalau genre sebenernya di antara pop dan elektronik.
CAD: Itu semua lo kerjain sendiri atau gimana?
Rayssa: Kalau dari musik dikerjain oleh gue sendiri dan producer gue namanya Arrio. Kalau art direction oleh Robertus Alexander dari Contempt Studio.
CAD: Kerja sama nya sama mereka gimana tuh? Mereka yang menawarkan atau lo yang minta atau gimana?

Rayssa: Kalau sama producer sih mulai dari gue ngerjain single buat albumnya dulu, kalau art direction karena gue ngerasa cocok aja sih.
CAD: Kenapa memilih EP dulu daripada langsung full album?
Rayssa: Karena penasaran sama opini orang tentang EP Prolog sih hehe. Dan merasa butuh input banyak aja, I’m hoping for a constructive relationship with my audience.
CAD: Jadi bisa dibilang pingin lebih intimate gitu ya sama audience?
Rayssa: Iyaa, gue sih pinginnya gitu.

CAD: Di EP Prolog ini apakah ada kolaborasi dengan musisi lain?
Rayssa: Di Prolog ga ada nih hehe.

CAD: Untuk Prolog sendiri, apa ada rencana buat promo ke kota-kota lain?
Rayssa: Insya Allah ada promo ke kota lain. So far sih masih diusahakan.
CAD: Terus uda ada rencana belom bakalan ke kota mana aja?
Rayssa: Belum hehe.
CAD: Kalau inspirasi untuk musik, lirik dan artwork sendiri dapetnya dari mana sih?
Rayssa: Dari experience aja sih kalau dari segi lirik dan musik, artwork ya hasil collaboration antar gue dan art director aja.

CAD: Harapannya sendiri buat Prolog ini apa? Ada target sampai manca negara juga?
Rayssa: Jujur, untuk Prolog ekspektasinya gak macem-macem sih. Cuma, emang seneng aja kalau what I’ve been working on itu bisa menghibur orang. Amin banget kalau bisa ke manca negara.
CAD: Lalu, setelah release EP bakal ada apalagi dari seorang Rayssa? Video clip, mungkin?
Rayssa: Lagi usaha bikin CD bundle sih pake merch gitu. Mau lebih sering cari panggung juga. We’ll see.
CAD: Bundle untuk Prolog atau untuk Full Album?

Rayssa: Untuk Prolog dong hehe.

CAD: Kalau target panggung dari lo sendiri lebih ke mana sih? Semisal acara apapun atau yang menurut lo cocok aja?

Rayssa: Panggung yang cocok sih, ga yang harus gimana-gimana.

CAD: Kalau untuk format live-nya sendiri gimana sih? Sendirian atau ada beberapa additional player yang bantuin?

Rayssa: Kalau live sih gue bareng sama 2 session player, drum sama keyboard hehe.

CAD: Boleh disebutin ga siapa aja mereka?

Rayssa: Yang bantuin itu Ciwi dan Yudhis dari band L’alphalpha hahah. Ditambah soundman sih namanya Utha. Mereka lebih berpengalaman sih, beruntung juga gue jadi bisa banyak belajar.

CAD: Kok bisa akhirnya dibantuin mereka? Memang temen lama atau dari label nya yg milihin gitu?

Rayssa: Ketemu di DD sih terus cocok.

“I’m no millionaire but I’m not the type to care. ‘Cause I’ve got a pocketful of dreams. It’s my universe even with an empty purse. ‘Cause I’ve got a pocketful of dreams.” Bing Crosby – I’ve Got a Pocketful of Dreams

CAD: Sejauh ini, ada rencana buat kolaborasi ga? Entah tawaran atau dari lo nya sendiri.

Rayssa: Kemungkinan ada kolaborasi baru sih. Cuma, karena belum tentu jadi jangan disebut dulu kali yaa hahaha.

CAD: Sejauh ini, perform-nya masih di Jakarta aja atau udah ke mana-mana?

Rayssa: Pernah di Bali dan Bandung juga, tapi belum sebagai Rayssa Dynta hehe. Masih Rayssa aja. Kebanyakan masih featuring sih waktu itu.

CAD: Kalau lo sendiri, punya sosok yang lo jadin panutan ga sih di dunia musik?

Rayssa: Banyak sih dan selalu ganti-ganti.

CAD: Ganti-ganti tergantung mood atau tergantung kebutuhan?

Rayssa: Random aja sih haha.

CAD: Okay sampai di ujung sesi interview nih, jadi ini adalah pertanyaan wajib dari Chat at Dusk. Potongan lirik yang paling lo suka?

Rayssa: “I’m no millionaire but I’m not the type to care
‘Cause I’ve got a pocketful of dreams
It’s my universe even with an empty purse
‘Cause I’ve got a pocketful of dreams”.

It’s “I’ve got a pocketful of dreams” by Bing Cosby.
CAD: Soundtrack untuk sore ini?

Rayssa: Soundtrack sore ini Flamenco Sketches by Miles Davis seru sihh.

CAD: Okay, thank you Rayssa udah bersedia ngobrol-ngobrol sama Chat at Dusk.

Rayssa: Thank you Dipta! Thank you Chat at Dusk!

Instagram

@rayssadynta

@doubledeermusic

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s